Beberapa tahap agar penerapan
layanan Sistem Informasi berjalan efektif :
1. Tahap inisiasi (initiation)
Yaitu tahap dimana organisasi
(perusahaan) mulai pertama kali mngenal teknologi informasi. Memang secara umum
perusahaan yang ada sudah melewati masa ini, meskipun masih ada juga beberapa
yang masih dalam proses tahapan inisiasi ini.
2. Tahap ketularan (contagion)
Yaitu tahap dimana organisasi
(perusahaan) sudah mulai banyak yang menggunakan teknologi informasi meskipun
ini dilakukan atau tidak terlalu mempertimbangkan untung ruginya dari
penggunaan teknologi informasi ini. Artinya aspek keuntungan (benefit) dan
biaya (cost) benar-benar dikesampingkan tetapi hanya meniru beberapa perusahaan
yang menjadi pesaing (competiter).
3. Tahap kendali (control)
Pada tahap ini organisasi
(perusahaan) sudah mulai selektif di dalam penggunaan teknologi informasi. Ada
hal yang dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan penggunaan teknologi
informasi seperti pertimbangan untung rugi (cost & benefit). Artinya bila
ada individu atau suatu unit di dalam organisasi (perusahaan) membutuhkan
teknologi informasi, bagian pengadaan akan melakukan evaluasi dulu biaya yang
dikeluarkan serta keuntungan yang nantinya akan didapat dengan penggunaan
teknologi informasi.
4. Tahap matang (mature)
Pada tahap ini organisasi
(perusahaan) menggunakan teknologi informasi tidak hanya mempertimbangakan
keuntungan (benefit) yang akan didapatkan serta berapa biaya (cost) yang harus
dikeluarkan tetapi lebih dari itu bagaimana teknologi informasi yang digunakan
dapat dijadikan sebagai alat keunggulan di dalam bersaing (competitive
advantage).
Selain itu kita juga dapat
melakukan langkah-langkah umum seperti :
1. Kualitas pelayanan Harus
meningkat dengan pemanfaatan IT yang
dimaksudkan dalam hal ini adalah,bahwa sudah jelas tentunya dengan pemanfaatan
IT suatu perusahaan akan meingkat
pelayanannya dengan memanfaatkan teknologi tersebut,seperti dengan adanya customer service,serta pelayanan
bantuan 24 jam mengenai produk dan jasa.Selain itu juga pelayanan mereka juga dapat dilakukan secara online sehingga
akan memudahkan customer untuk tetap
terhubung meskipun tidak memiliki banyak waktu.
2. Apakah Kualitas Produk
(Quality Product) berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (customer satisfaction)? Tentunya kualitas produk yang baik akan
berpengaruh kepada kepuasan pelanggan,sehingga perusahaan harus memaksimalkan penggunaan IT nya untuk
meningkatkan kualitas proses pembuatan
produk mereka,misalkan yang mana sebelumnya pembuatan produk dilakukan manual,mulai dibuat dengan menggunakan
mesin(otomasi).Sehingga tentunya akan memberikan hasil produk yang lebih bagus dan akurat karena pihak perusahaan
dapat dengan tepat memberikan perintah
pengerjaan secara berkala pada mesin tersebut.
3. Apakah Kualitas Pelayanan
(service Quality) dan Kualitas Produk (Quality Product) secara bersamaan berpengaruh secara signifikan
terhadap Kepuasan Pelanggan (customer satisfaction)? Setelah 2 pertanyaan diatas mampu perusahaan lakukan dengan
baik,maka selanjutnya adalah tentu kita
yakin bahwa produk dan layanan kita sangatlah memuaskan sehingga pelanggan akan
merasa senang dan puas untuk
selalu menggunakan produk perusahaan tersebut
Dengan kata lain,langkah yang
ditempuh untuk memanfaatkan IT guna meningkatkan pelayanan dan produk diantaranya adalah, Menggunakan IT sebagai media pemberi
pelayanan secara online maupun offline Menggunakan
teknologi dalam proses pembuatan produk(otomasi) Pembukaan website sebagai langkah untuk mendekatkan diri kepada
pelanggan secara online Mempercepat
proses pembuatan produk dengan penggunaan teknologi yang mutahir Pemanfaatan internet sebagai langkah
penyampaian informasi terbaru dari produk maupun layanan
Contoh
Penerapan sistem informasi
manajemen merupakan hal mutlak bagi sebuah institut tak terkecuali perpustakaan. Bagi perpustakaan OPAC
sangat membantu pengguna dalam penelusuran informasi, selain memudahkan pencarian, juga menghemat waktu. Penerapan
sistem informasi manajemen perpustakaan
akan terhambat apabila tidak didukung oleh sarana prasarana dan sumber daya manusia selaku pengelola perpustakaan.
formasi Manajemen/SIM merupakan
aspek penting yang harus dilakukan/diterapkan oleh Perpustakaan dalam operasionalnya. Karena secara logis terdapat
hukum sebab akibat dimana ketika
operasional perusahaan memberikan dampak negatif maka akan muncul respon yang
besar dari masyarakat. Oleh karena
itu, dalam bagian ini akan dipaparkan hasil penelitian yang didapat berdasarkan instrumen hasil wawancara
yang ditanyakan kepada para responden di lokasi penelitian. Adapun data jumlah responden yang digunakan untuk
hasil penelitian ini sebagai informan
adalah 5 orang yang terdiri dari 3 orang tenaga struktural dan 2 orang
pengunjung dengan fokus pembahasan
skripsi, sebagai berikut: Dan kebutuhan buku yang diperlukan juga selalu ada.
a) Proses Peminjaman
Peminjaman buku yang dilakukan
harus dikembalikan minimal satu minggu, jika sudah melebihi dari batas waktu peminjaman maka akan
dikenakan sangsi 1 hari Rp. 1000/buku. Dan apabila buku yang dipinjam hilang maka yang bersangkutan
harus menggantikan sesuai dengan buku yang dipinjam.
b) Masalah yang ditemui dalam
perpustakaan
Kehilangan buku Kurangnya sumber daya manusia, juga
perlengkapan komputerisasi. Ruangan
yang dipakai masih belum memungkinkan/sesuai dengan kebutuhan.
Sistem informasi menjadi
prioritas pertama untuk dikembangkan karena besarnya kekuatankekuatan lingkungan eksternal dan kesamaan dari kekuatan
faktor internal atau institusional.
Beberapa sistem gagal karena benturan diantara keadaan atau lingkungan internal.
Faktor-faktor yang dijadikan
ukuran keberhasilan penerapan suatu sistem menurut Laudon yaitu: tingkat penggunaannya relatif tinggi,
kepuasan pengguna terhadap sistem, sikap yang menguntungkan para pengguna terhadap sistem informasi dan staff
dari sistem informasi, tujuan yang
dicapai dan imbal balik keuangan untuk organisasi. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kesukesan penerapan
sistem informasi, antara lain adanya dukungan dari manajemen eksekutif, keterlibatan end user (pemakai akhir),
penggunaan kebutuhan perusahaan yang jelas, perencanaan yang matang, dan harapan perusahaan yang nyata. Sementara alasan
kegagalan penerapan sistem informasi
antara lain karena kurangnya dukungan manajemen eksekutif dan input dari
end-user, pernyataan kebutuhan dan
spesifikasi yang tidak lengkap dan selalu berubah-ubah, serta inkompetensi secara teknologi.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar