Senin, 31 Mei 2010

KODE ETIK PARA PENGGUNA INTERNET

1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dalam segala bentuk.

2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok / lembaga / institusi lain.

3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.

4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.

5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.

6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.

7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.

8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan / isi situsnya.

9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.

[sumber:http://sandi-fasilkom.blogspot.com/2009/01/etika-profesi-dan-tanggung-jawab.html]

PENGERTIAN ETIKA

Kata Etik atau Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki individu atau kelompok untuk menilai apakah tindakan – tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, baik atau buruk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).

Menurut Martin [1993], etika adalah “the discipline which can act as the performance index or refecence for our control system”.

Etika dapat disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Dalam etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, akan tetapi mempersoalkan bagaimana manusia bertindak, yang dditentukan oleh bermacam – macam norma. Sedangkan menrut KBBI pengertian filsafat adalah (1) pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; (2) teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; (3) ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemology; (4) falsafah.

Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dalam diri para profesional terdapat kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi saat memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat.

Jadi hendaklah menjunjung tinggi etika profesi Anda masing – masing, karena untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat sangatlah sulit. Terlebih lagi untuk mempertahankan kepercayaan tersebut. Akan tetapi loyalitas masyarakat akan didapat jika kepercayaan tersebut selalu dijaga.

Minggu, 30 Mei 2010

V-Class Pemeliharaan Sistem

Pemeliharaan sistem adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu sistem atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Sistem secara periodik ditinjau selama masa hidupnya. Pemeliharaan sistem merupakan tahap akhir dalam SDLC (system development life cycle) atau siklus hidup pengembangan sistem.

Pemeliharaan sistem dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Pemeliharaan Korektif

Adalah bagian pemeliharaan sistem yang tidak begitu tinggi nilainya dan lebih membebani, karena pemeliharaan ini mengoreksi kesalahan – kesalahan yang ditemukan pada saat sistem berjalan.

2. Pemeliharaan Adaptif

Dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan data atau pemrosesan dan memenuhi persyaratan pemakai baru. Lingkungan tempat sistem beroperasi adalah dinamik, sehingga sistem harus terus merespon perubahan persyaratan pemakai. Umumnya pemeliharaan ini baik dan tidak dapat dihindari.

3. Pemeliharaan Perfektif

Pemeliharaan penyempurnaan mempertinggi cara kerja atau maintainabilitas (kemampuan untuk dipelihara). Hal ini memungkinkan sistem untuk memenuhi persyaratan pemakai yang sebelumnya tidak dikenal. Ketika membuat perubahan substansial modul apapun, petugas pemeliharaan menggunakan kesempatan untuk mengupgrade kode, mengganti cabang – cabang yang kadaluwarsa, memperbaiki kecerobohan dan mengembangkan dokumentasi. Contohnya pengubahan format dan isi laporan.

4. Pemeliharaan Preventif

Terdiri atas inspeksi periodic dan pemeriksaan sistem untuj mengungkap dan mengantisipasi permasalahan. Ketika menemukan cacat – cacat (bukan kesalahan yang sebenarnya) yang menandakan permasalahan potensial. Sementara tidak memerlukan tindakan segera, cacat ini bila tidak dikoresi ditingkat awal, jelas sekali akan mempengaruhi baik fungsi sistem maupun kemampuan untuk memeliharanya dalam waktu dekat.


sumber: http://doskid.wordpress.com/2010/04/29/konsep-teori-dasar-dari-pemeliharaan-sistem/

Senin, 24 Mei 2010

V-Class Metode Pelatihan Sistem

Melaksanakan pelatihan adalah suatu kegiatan yang sulit dalam sistem, karena satu tindakan atau langkah yang salah dapat menyebabkan kegagalan bahkan secara keseluruhan.

Terdapat 7 metode pelatihan, yaitu:
1. Resident Expert
Pelatihan yang membutuhkan seorang tenaga ahli.
2. Computer-aided Instruction
Atau yang biasa dikenal dengan CAI adalah suatu sistem komputerisasi yang digunakan untuk keperluan belajar-mengajar.
3. Formal Courses
Pelatihan kursus yang secara formal. Biasanya berbentuk diskusi dan terdiri dari beberapa orang.
4. Software Help Components
Komponen perangkat lunak yang dapat membantu pelatihan.
5. Tutorials
Suatu bentuk pelatihan yang berupa pemberian petunjuk dan latihan secara langsung.
6. Interactive Training Manuals
Pelatihan yang interaktif yang menggabunggkan antara bentuk pelatihan computer-aided instruction dengan tutorials.
7. External Sources, such as vendor
Pelatihan diluar yang disediakan oleh vendor atau penyedia jasa layanan pelatihan.