Sabtu, 11 Juli 2020

4.5 Ciri-ciri dan kelemahan desain grafis berbasis bitmap


Ciri-ciri grafis bitmap:

  1. Grafis bitmap sangat bergantung pada resolusi. Ini artinya, saat gambar yang tercipta dilakukan perbesaran atau pengecilan melebihi batas resolusinya, gambar menjadi kurang terlihat jelas. Batasan-batasan gambar menjadi blur, bahkan akan tampak seperti kotak-kotak kecil yang menyambung.
  2. Ukuran file lebih besar, tergantung dari resolusinya. Semakin tinggi resolusi yang digunakan, semakin besar ukuran filenya. Ciri khas dari grafis bitmap yang satu ini memang cukup riskan, terlebih jika kapasitas komputer yang Anda miliki tidak begitu besar. Saat hendak mengirim melalui email pun, biasanya juga akan terkendala dengan resolusi yang tinggi.
  3. Gambar dapat disimpan dengan format TIFF, PNG, BMP, dan GIF.
  4. Gradasi warna lebih nyata.
  5. Kualitas gambar ditentukan dari banyaknya pixel yang membentuknya.

Kelemahan grafis bitmap :
  • Ketika memberi efek pada objek gambar bitmap dan mencetaknya, gambar akan menjadi pecah serta detailnya akan berkurang jika mencetaknya dengan resolusi yang lebih rendah.
  • Objek gambar bitmap sangat bermasalah saat dirubah ukurannya, terutama saat gambar di perbesar dan gambar akan menjadi pecah.
  •  Ukuran file grafis bitmap relatif besar







4.4 Pengertian intensitas dalam dunia desain grafis


Pengertian Intensitas adalah jumlah warna yang ada pada sebuah gambar. Intensitas bisa disebut juga dengan kedalaman warna suatu gambar. Pixel dengan intensitas pun saling terkait, dimana kumpulan pixel yang beragam warna akan mampu membentuk suatu pola pada gambar.
Pengertian piksel atau pixel adalah unsur gambar yang berupa titik kecil yang dihitung per-inch. Sebenarnya dalam sebuah gambar yang ada pada layar hp kita atau layar laptop itu merupakan sebuah kumpulan dari ribuan titik-titik atau yang disebut juga dengan dotted.

Dan pada setiap titik-titik tersebut mempunyai warna tertentu sehingga menjadikan layar kita membentuk sebuah gambar yang berwarna. Pixel dalam sebuah gambar selain memiliki fungsi untuk membentuk sebuah grafis juga mempengaruhi kualitas warna dari jumlah warna yang dimiliki.
Intensitas gambar mempunyai beberapa jenis warna, yaitu 256 warna (High Color), 16 juta warna (True Color), gradasi abu abu (Grayscale), dan hitam putih (Black & White).



4.3 Pengertian warna primer dan sekunder

Pengertian Warna


Warna merupakan spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan oleh panjang gelombang  dari cahaya tersebut. Contoh misalnya, warna biru memiliki panjang gelombang sekitar 460 nanometer. Sementara panjang gelombang warna yang mampu ditangkap oleh mata manusia diantara 380 hingga 780 nanometer.

1. Warna Primer

Warna Primer merupakan warna pokok atau warna dasar. Jadi, warna primer ialah warna yang menjadi fondasi dari warna lain. Jika dalam kehidupan manusia, sama dengan kebutuhan pokok manusia seperti makan dan minum. Yang mana jika manusia tidak makan dan minum, maka kehidupan manusia, akan berakhir alias mati. Begitu pula dengan warna primer. Tanpa adanya warna kategori ini, maka tidak akan ada warna-warna yang lain. Artinya semua warna, pada hakikatnya merupakan turunan dari percampuran ketiga warna primer ini (Merah, Kuning, Biru).
Karena inilah seorang pelukis, dengan menggunakan 3 warna dasar yaitu merah, kuning dan biru, bisa menghasilkan ribuan bahkan tak terhingga jumlah warna pada lukisannya. Karena warna yang begitu kaya dari setiap coretan di kanvasnya, merupakan hasil  pencampuran dari ketiga warna pokok. Secara teknis, asal usul warna primer tidak sama dengan warna sekunder, tidak bisa dibuat  berdasarkan campuran warna lain. Warna primer adalah warna induk. Warna yang murni berdiri sendiri tanpa campuran warna lain.


2. Warna Sekunder

Warna ini disebut dengan istilah warna kedua, yang artinya yaitu warna yang berasal dari pencampuran dua warna primer. Misalnya warna merah jika dicampur dengan warna kuning maka akan menjadi warna orange. Merah dengan kuning adalah warna primer jika kedua warna tersebut dicampurkan maka akan menjadi warna hijau, warna hijau ini disebut dengan warna sekunder.
Warna ini disebut dengan istilah warna kedua, yang artinya yaitu warna yang berasal dari pencampuran dua warna primer. Misalnya warna merah jika dicampur dengan warna kuning maka akan menjadi warna orange. Merah dengan kuning adalah warna primer jika kedua warna tersebut dicampurkan maka akan menjadi warna hijau, warna hijau ini disebut dengan warna sekunder.
Gambar diatas menjelaskan, jika kita mencampurkan warna kuning dan merah namun dengan memperbanyak warna kuningnya, maka akan menghasilkan warna orange kekuning-kuningan. begitu pula dengan warna lainnya, seperti ungu kemerah-merahan, hijau kekuning-kuningan dsb.




4.2 Pengertian garis, bentuk dan titik


1. TITIK

Titik merupakan unsur rupa yang secara konsep tidak tampak, misalnya terdapat pada pertemuan dua garis (ujung dan pangkal garis). Lanjutnya, ciri umum dari sebuah titik yaitu tidak memiliki panjang dan lebar, tidak mengambil ruang yang besar, berukuran kecil dan memiliki raut yang sederhana. Bentuk umum dari titik adalah bulatan (lingkaran) sederhana yang tidak bersudut tanpa arah.
Fungsi titik adalah menjadi fokus dari suatu tampilan visual, dan dapat menarik perhatian pengamat terkait informasi yang ingin disampaikan dalam sebuah karya.

2. GARIS

Garis merupakan perluasan dari titik. Yang berarti, garis adalah bagian dari jalur yang dibuat oleh gerakan dari titik yang dicatat secara grafis. Secaar otomatis, sebuah garis mampu membimbing mata bergerak dari satu bagian ke bagian yang lain. Dan gambaran yang terbentuk tersebut merupakan gambaran desain yang terbentuk dalam otak.
Sebuah garis yang sederhana mampu menggambarkan suatu arah dan membagi ruang serta mendeskripsikan sebuah objek lewat kerangka yang terbentuk dari garis. Ciri dari garis adalah memiliki panjang tanpa lebar (lebar tidak menonjol), mempunyai kedudukan dan arah, kedua ujung garis berupa titik dan merupakan batas sebuah bidang.
Garis dapat dibedakan menjadi :
  1. Garis Kontur, yaitu garis yang melukiskan bagian tepi suatu bentuk yang memisahkan setiap volume atau area sekitarnya. Garis kontur yang sederhana umumnya tidak bervariasi dari segi ketebalan, tidak memiliki gradasi gelap-terang ataupun bayangan. Sedangkan garis kontur yang ekspresif akan mengajak mata audien menerima garis tersebut sebagai sebuah bentuk, karena dibentuk dengan variasi tebal-tipis serta memiliki detail.
  2. Garis Kaligrafis, terjadi jika keindahan garis menjadi aspek utama bagi keindahan gambar. Garis ini menunjukkan karakter pribadi yang menggambarnya. Garis kaligrafi lebih ekspresif, kebanyakan garis kaligrafi juga memiliki gradasi ketebalan dan gelap terang.

Beberapa Bentuk Dari Garis :

  • Garis Lurus, bisa berupa garis vertical, horizontal, diagonal, patah-patah ataupun tak beraturan.
  • Garis Lengkung, berupa garis lengkung teratur dan tak beraturan.
  • Garis Kombinasi, merupakan gabungan antara garis lurus dan garis lengkung.
  • Garis mampu menunjukkan karakter, dan karakter dari garis tersebut ditentukan oleh presepsi dari audien selaku pengamat desain tersebut. Persepsi terhadap garis ditentukan lewat faktor perbandingan panjang dan ketebalan dari garis, lengkung atau patahnya garis, dan arah garis tersebut

Selain itu, arah garis dapat memberi kesan tambahan yang ditimbulkan oleh presepsi pengamatnya. Adapun uraiannya sebagai berikut :
  • Garis Horizontal akan menimbulkan kesan tenang, relaksasi, diam atau statis dan kesan melebar.
  • Garis Vertikal akan menimbulkan kesan stabil, menunjukkan wibawa, kekuatan dan menimbulkan kesan menginggi.
  • Garis Diagonal akan menimbulkan kesan dinamis, karena menunjukkan gerakan dan memberikan kesan gembira.

3. BENTUK

Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar yang dihasilkan dari garis-garis yang tersusun sedemikian rupa. Bentuk dibagi menjadi bentuk dua dimensi dan tiga dimensi dan masing-masing bentuk mempunyai arti tersendiri. Dalam desain grafis, bentuk tidak hanya mendesifinisikan sebuah obyek tetapi juga bisa engkomunikasikan sebuah gagasan. Secara umum, bentuk dua dimensi dibagi dalam 3 kategori antara lain :
  • Bentuk Geometris, bentuk yang sangat umum dan terstruktur (kotak, persegi, segitiga, lingkaran, dan lainnya).
  • Bentuk Natural seperti bentuk hewan, tumbuhan dan manusia merupakan bentuk-bentuk yang tidak beraturan dan mudah berubah.
  • Bentuk Abstrak, yaitu bentuk natural yang disederhanakan, misalkan simbol pada fasilitas umum dan sebagainya.

Sementara pada kategori sifatnya, bentuk dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
  1. Huruf (Character) yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang dapat digunakan untuk membentuk tulisan sebagai wakil dari bahasa verbal dengan bentuk visual langsung, seperti A, B, C, dsb.
  2. Simbol yang direpresentasikan mewakili bentuk benda secara sederhana dan dapat dipahami secara umum sebagai simbol atau lambang untuk menggambarkan suatu bentuk benda nyata, misal gambar orang, binatang (dalam bentuk sederhana) dan lainnya.
  3. Bentuk Nyata (Form) bentuk yang benar-benar mencerminkan kondisi fisik dari suatu obyek keseluruhan secara detail.





4.1 Pengertian Bitmap dan Vektor


Vektor adalah objek yang dibentuk oleh kombinasi hasil dari sebuah titik dan garis dengan menggunakan rumus matematika tertentu. Dengan begitu, maka akan terbentuk sebuah poligon yang berbentuk objek tertentu. Untuk lokasi yang terdapat pada gambar vektor dinamakan nodes atau control points. Lokasi tersebut berdasarkan sumbu x dan juga sumbu y yang ada di setiap bidang kerja.
Gambar vektor juga bisa ditambahkan atribut, misalnya kurva, bentuk, warna isi, garis ketebalan, dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin membuat gambar vektor, maka Anda bisa mewujudkannya dengan memanfaatkan aplikasi untuk foto yang memang sudah terkenal dimana-mana. Beberapa aplikasi tersebut seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, Macromedia FreeHand, dan lain-lain.
Ciri-ciri Vektor:
  • Gambar vektor adalah gambar yang terbentuk dari gabungan antara titik, warna, dan juga garis.
  • Ukuran gambar yang dimiliki oleh gambar vektor tidak ada kaitannya dengan kualitas gambar yang dimiliki dan ditampilkan. Hal ini karena ukurannya tidak ada hubungannya dengan resolusi gambar.
  • Ukuran gambar vektor lebih kecil jika dibandingkan dengan gambar bitmap.
  • Gambar vektor bersifat scalable. Dengan begitu, maka gambar tersebut tidak akan pecah meskipun dibesarkan atau di zoom in.
  • Jika gambar vektor ditampilkan ke layar, maka proses pemunculan gambar cenderung lebih lama.
  • Tampilan gambar vektor kurang natural dan kurang nyata. Akibatnya, gambar ini tidak bisa digunakan memproduksi suatu foto yang bersifat real atau nyata.
1. Kelebihan Gambar Vektor
Gambar vektor memiliki kelebihan diantaranya:
  • Anda bisa mengubah ukuran gambar sesuai dengan yang Anda inginkan tanpa harus menurunkan resolusi atau kualitas gambarnya. Dengan begitu, gambar tidak akan pecah ketika diperbesar.
  • Hasil gambar vektor bisa Anda cetak tanpa khawatir pecah.
  • Pengeditan dan pembuatan gambar vektor terbilang mudah dan menyenangkan.
  • Kapasitas penyimpanan untuk gambar vektor lebih efisien karena ukurannya yang lebih kecil.
2. Kekurangan Gambar Vektor
Kekurangan yang dimiliki oleh gambar vektor adalah seperti di bawah ini:
  • Grafis pada gambar vektor tidak bisa menampilkan gradasi dan gambar dengan tingkat natural atau realitas yang memang sesuai dengan kondisi gambar pada umumnya.
  • Ketika Anda ingin mengubah ke format bitmap, hasilnya Anda tidak dapat menunjukkan vektor utama.

Bitmap adalah Objek bitmap yang dibentuk oleh titik-titik dan kombinasi warna. Dalam grafik komputer, gambar bitmap merupakan struktur data yang mewakili susunan pixel warna yang ditampilkan di layar monitor, kertas atau media display lainnya. Secara teknis gambar bitmap digambarkan dengan lebar dan tinggi dalam pixel dan jumlah bit per pixel. Beberapa format gambar bitmap yang sering dijumpai: GIF, JPEG, BMP dan PNG.
Terdapat beberapa ciri yang dimiliki oleh bitmap:
  • Gambar bitmap merupakan jenis gambar yang tersusun dari berbagai titik pixel dengan warna yang terdapat di setiap pixelnya.
  • Gambar bitmap mempunyai gradiasi warna lebih luwes dan lebih nyata.
  • Gambar bitmap mempunyai ukuran file yang lebih besar jika dibandingkan dengan gambar vektor.
  • Jika Anda memperbesar gambar tersebut, maka gambar bitmap akan pecah.
  • Semakin tinggi resolusi yang ada pada gambar bitmap, maka gambar tersebut akan tambah bagus.
  • Proses penampilan gambar bitmap di layar monitor tidak memakan waktu yang lama.
1. Kelebihan Gambar Bitmap
Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh gambar yang termasuk ke dalam bitmap, diantaranya:
  • Objek pada gambar bitmap memiliki bentuk yang natural dan dapat menangkap warna.
  • Bisa memberikan hasil dari gambar bitmap ke vektor dengan waktu yang cepat dan juga mudah. Selain itu, Anda juga bisa menentukan kualitas gambarnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan.
  •  Jika Anda ingin memberikan efek pada gambar bitmap, maka bisa Anda lakukan dengan gampang. Inilah yang menjadi keuntungan utama dimana orang-orang akan denga mudah membuat sebuah gambar dengan tampilan yang seperti mereka inginkan.
2. Kekurangan Gambar Bitmap
Adapun beberapa hal yang termasuk kekurangan dari gambar bitmep adalah sebagai berikut:
  • Jika Anda ingin mengubah ukurannya, maka akan menimbulkan masalah karena terkadang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
  • Gambar bitmap yang di zoom in atau diperbesar akan membuat gambar tersebut pecah.
  • Pada saat Anda selesai memberikan efek dan hendak mencetak gambar bitmap, maka detail dari gambar tersebut akan berkurang dan bahkan hilang. Namun hal ini terjadi ketika Anda ingin mencetak dengan resolusi yang tinggi.


Jumat, 10 Juli 2020

4.4 Testing untuk Volume Data / isi Hardisk pada server dan contoh

RAID (Redundant Array of Independent Disks) adalah teknologi yang menggabungkan beberapa HDD (bisa 2, 3, 4,  dst) menjadi satu dan terbaca sebagai 1 harddisk. Ada istilahnya RAID 0, RAID 1, RAID 1+0, RAID 2 dst yang akan menentukan jenisnya.
Sebagai perbandingan, bila sistem operasi yang digunakan adalah windows, maka drive pada RAID yang muncul hanya C saja. Beda halnya jika konfigurasi RAID tidak digunakan maka drive yang muncul adalah C, D dan E atau bahkan lebih (satu drive untuk satu harddisk) tergantung berapa banyak harddisk yang digunakan.
Tujuan RAID sendiri sebenarnya cuma ada 3, yaitu kecepatan data (stripping), keamanan data (mirroring) maupun keduanya.
Awalnya RAID hanya digunakan untuk server saja, dimana keamanan data & kecepatan sangat mutlak diperlukan. Dan untuk membuat konfigurasi RAID ini awalnya perlu RAID card tersendiri yang harganya sangat mahal. Namun beberapa tahun terakhir Intel menyelipkan fasilitas RAID controller kedalam chipset ICHxR mereka sehingga RAID bisa dinikmati oleh user lewat onboard controller pada motherboard.
RAID sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, karena prinsip dasarnya RAID sebenarnya hanya ada 2, yaitu : stripping dan mirroring.
Stripping adalah membagi kerja 2 atau lebih hardisk untuk mengolah 1 data pada saat bersamaan. Jadi misalnya Anda menyimpan data sebesar 1GB di 2 HDD yang distripping, maka 2 hardisk itu akan menyimpan masing2 500GB. Demikian juga dengan loading data, 2 HDD tersebut akan kerja bersamaan untuk membaca data. Hasilnya adalah waktu yang jauh lebih singkat (2x lebih cepat).
Kelemahan stripping adalah jika salah satu dari array HDD macet, maka separuh data yang disimpan di HDD yang lainpun tidak akan bisa terbaca.
Nah, kalau Mirroring artinya Anda akan membackup data yang sama persis di HDD lain secara realtime. Jadi ini ditujukan untuk keamanan data. Kelemahannya adalah kerugian kapasitas. Misalnya Anda punya 2 x HDD 2TB yang dimirroring, maka itu artinya Anda hanya memiliki 2TB data dan 2TB data mirror. Beda dengan stripping yang artinya jika Anda memiliki 2x HDD 2 TB, maka kapasitas totalnya adalah 4 TB.
RAID yang umum digunakan untuk pengguna di rumah adalah RAID 0, RAID 1, dan RAID 0+1.
RAID 0 banyak memberikan keuntungan secara speed & ekonomis. Peningkatan kecepatan yang akan Anda dapatkan adalah sebanding dengan jumlah HDD yang Anda stripping. Jadi misalnya 4 HDD bisa 400MB/s kecepatannya. Berarti bisa mengalahkan kecepatan sebuah SSD yang hanya rata-rata 180 MB/s.
Tabel Level RAID
RAID0Level ini menerapkan stripping, tapi tidak mem-back-up data. Dengan demikian, kinerja PC bisa meningkat, kapasitas HDD meningkat 2x lipat, tetapi tak ada cadangan/backup data.
RAID1Level ini dikenal juga dengan nama mirroring. RAID1 membuat salinan data yang ada di harddisk lain sebagai back-up. Hal ini sangat berguna ketika data yang ada di harddisk adalah data yang sangat penting dan tidak boleh rusak. Akan tetapi, RAID1 tidak menawarkan peningkatan performa. Kinerja server maupun PC tetap biasa saja.
RAID2RAID2 menggunakan stripping antara harddisk yang digunakan. Hanya saja, beberapa harddisk digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pemeriksaan error dan koreksi, Error Checking dan Correscting(ECC).
RAID3Tipe RAID ini menggunakan stripping dan menggunakan 1 harddisk untuk menyimpan informasi mengenai pariti (parity). RAID3 juga digunakan untuk mendeteksi adanya error. RAID3 berguna untuk sistem yang digunakan oleh 1 orang yang berisi data yang amat panjang.
RAID4RAID4 menggunakan stripe yang besar. Dengan demikian, sistem bisa membaca data dari 1 drive. Sistem yang meggunakan RAID4 bisa mengambil keuntungan dari adanya pembacaan data secara bersamaan.
RAID5Tipe RAID ini memiliki array parity. Semua penulisan dan pembacaan data dapat dilakukan bersamaan. RAID5 menyimpan data parity, tetapi tidak bisa melakukan back-up. RAID5 paling tidak butuh 3 harddisk. Tapi biasanya 5 harddisk yang digunakan.
RAID6Mirip dengan RAID5, tetapi memiliki pariti kedua yang tersebar di beberapa harddisk sehingga menawarkan back-up yang luar biasa.
RAID7RAID7 membuat sistem operasi sebagai controller, caching menggunakan jalur cepat.
RAID 0
Juga dikenal dengan modus stripping. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menggabungkan kapasitas dari beberapa harddisk. Sehingga secara logikal hanya “terlihat” sebuah harddisk dengan kapasitas yang besar (jumlah kapasitas keseluruhan harddisk).

Pada awalnya, RAID 0, digunakan untuk membentuk sebuah partisi yang sangat besar dari beberapa harddisk dengan biaya yang efisien. Data yang ditulis pada harddisk-harddisk tersebut terbagi-bagi menjadi fragmen-fragmen. Dimana fragmen-fragmen tersebut disebar di seluruh harddisk. Sehingga, jika salah satu harddisk mengalami kerusakan fisik, maka data tidak dapat dibaca sama sekali.
Namun ada keuntungan dengan adanya fragmen-fragmen ini: kecepatan. Data bisa diakses lebih cepat dengan RAID 0, karena saat komputer membaca sebuah fragmen di satu harddisk, komputer juga dapat membaca fragmen lain di harddisk lainnya.
RAID 1
Biasa disebut dengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data tetap dapat diakses dari harddisk lainnya.
Contoh:
Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing-masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara bersamaan.

RAID 2
RAID 2, juga menggunakan sistem stripping. Namun ditambahkan tiga harddisk lagi untuk pariti hamming, sehingga data menjadi lebihreliable. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 5 (n+3, n > 1). Ketiga harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan hamming code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
Contoh:
Kita memiliki 5 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, D, dan E) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 2, maka kapasitas yang didapat adalah: 2 x 40GB = 80GB (dari harddisk A dan B). Sedangkan harddisk C, D, dan E tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi pariti hamming dari dua harddisk lainnya: A, dan B. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A atau B), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode hamming yang ada di harddisk C, D, dan E.

RAID 3
RAID 3, juga menggunakan sistem stripping. Juga menggunakan harddisk tambahan untuk reliability, namun hanya ditambahkan sebuah harddisk lagi untuk parity.. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n > 1). Harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan parity dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
Contoh kasus:
Kita memiliki 4 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, dan D) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 3, maka kapasitas yang didapat adalah: 3 x 40GB = 120GB. Sedangkan harddisk D tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi parity dari ketiga harddisk lainnya: A, B, dan C. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A, B, atau C), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan parity yang ada di harddisk D. Namun, jika harddisk D yang mengalami kerusakan, maka data tetap dapat dibaca dari ketiga harddisk lainnya.

RAID 4
Sama dengan sistem RAID 3, namun menggunakan parity dari tiap block harddisk, bukan bit. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).

RAID 5
RAID 5 pada dasarnya sama dengan RAID 4, namun dengan pariti yang terdistribusi. Yakni, tidak menggunakan harddisk khusus untuk menyimpan paritinya, namun paritinya tersebut disebar ke seluruh harddisk. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).
Hal ini dilakukan untuk mempercepat akses dan menghindaribottleneck yang terjadi karena akses harddisk tidak terfokus kepada kumpulan harddisk yang berisi data saja.

RAID 6
Secara umum adalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi. Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di harddisk bersistem RAID 6.


4.3. Testing untuk Security Data pada server dan contoh

Security Testing adalah teknik pengujian untuk menentukan jika sistem informasi melindungi data dan mempertahankan fungsi sebagaimana dimaksud. Dengan melakukan pengujian keamanan, Security Testing tidak menjamin bahwa sistem aman tetapi penting untuk menyertakan keamanan pengujian sebagai bagian dari proses pengujian. Hal ini juga bertujuan di memverifikasi 6 prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
  • Kerahasiaan
  • Integritas
  • Otentikasi
  • Otorisasi
  • Ketersediaan
  • Bebas-penyangkalan
ContohJejak keamanan di aplikasi berbasis web yang melibatkan langkah-langkah yang kompleks dan berpikir kreatif tetapi, attimes tes sederhana seperti di bawah ini dapat membantu mengekspos risiko keamanan paling parah. Berikut adalah tes keamanan sangat dasar yang siapa pun dapat melakukan pada aplikasi web:
  1. Login ke aplikasi web menggunakan user dan password yang sah.
  2. Keluar dari aplikasi web.
  3. Klik tombol kembali browser. Pastikan jika Anda diminta untuk login lagi atau jika Anda dapat kembali ke halaman login lagi.
Tujuan dari tes penetrasi juga disebut ethical hacking, adalah untuk mengevaluasi status keamanan saat ini itu sistem. Ini adalah serangan dikontrol yang menyingkap kelemahan keamanan dengan cara yang realistis.
Seperti kita terlibat dalam proses, dokumentasi harus tahap sehingga semua langkah yang diperlukan untuk mereproduksi serangan tersedia mudah yang merupakandasar untuk menerima laporan rinci pelanggan pada akhir dari tes penetrasi.
Fase-fase ini ulang iterated beberapa kali dalam fase pentest yang berjalan bergandengan tangan dengan normal SDLC.
Empat besar fase keamanan pengujian adalah sebagai berikut.
  • Foot Printing
  • Scanning
  • Enumeration
  • Exploitation

4.2 Testing untuk Membackup Data pada Server dan contoh

Backup dilakukan untuk dua tujuan, yaitu mengembalikan data yang terhapus dan data yang mengalami kerusakan atau modifikasi. Data terhapus atau biasa disebut sebagai data loss menjadi kejadian yang paling banyak terjadi. Data loss ini dapat disebabkan oleh banyak alasan, salah satunya yaitu virus yang ada pada komputer Anda. Virus tersebut menyebabkan kerusakan pada hardware. Sementara itu, data yang rusak atau terkonfigurasi biasa disebut dengan data corruption. Data corrupt ini berupa data yang tak lagi sama isi atau bentuk file-nya seperti semula.
Jika Anda bertanggung jawab atas data bisnis atau bagi perusahaan, kerugian bisa saja berupa data keuangan perusahaan, data pelanggan, dan data-data sensitif lainnya yang penting bagi perusahaan Anda. Jika datanya ada di komputer pribadi, Anda mungkin kehilangan data berupa gambar, musik, atau juga file pekerjaan yang akan sulit diganti.
Selain itu, tujuan lain dari backup adalah untuk memulihkan/ melengkapi data dari waktu yang sebelumnya. Pemulihan ini dilakukan sesuai dengan kebijakan penyimpanan data yang ditentukan oleh Anda sebagai pengguna, biasanya dikonfigurasi dalam aplikasi cadangan soal berapa lamanya salinan data perlu dilakukan. Meskipun backup ini merupakan bentuk sederhana dari pemulihan data loss atau data corruption, backup sendiri seharusnya tidak dianggap sebagai rencana pemulihan data satu-satunya. Salah satu alasannya adalah karena tidak semua sistem cadangan mampu menyusun kembali sistem komputer atau melakukan konfigurasi kompleks lainnya seperti pada cluster komputer, server direktori aktif, atau server database hanya dengan mengembalikan datanya dari cadangan yang ada.
Karena sistem cadangan berisi setidaknya satu salinan dari semua data yang dianggap layak disimpan, perlakuan penyimpanan datanya menjadi hal yang signifikan. Mengatur ruang penyimpanan dan mengelola proses backup ini bisa menjadi usaha yang rumit atau sedikit kompleks.
Saat ini, ada banyak jenis perangkat penyimpanan data yang berguna untuk pembuatan backup. Ada juga berbagai cara di mana perangkat ini dapat diatur sedemikian rupa untuk menyediakan redundansi secara geografis, keamanan data yang maksimal, dan menghasilkan portabilitas.
Sebelum data dikirim ke lokasi penyimpanan yang diharapkan, data-data tersebut dipilih, diekstraksi, dan dimanipulasi sedemikian rupa. Banyak teknik yang berbeda-beda telah dikembangkan untuk mengoptimalkan prosedur backup ini. Termasuk juga dengan melakukan kompresi, enkripsi, dan de-duplikasi, dan lain-lain.
Jenis-jenis Backup
·         Full backup
salinan lengkap komputer termasuk data -data user dan sistem operasi itu sendiri.
·         Incremental backup (backup peningkatan)
menyalin semua data yang berubah sejak terakhir kali melakukan full backup atau biasa disebut differential backup. Kelebihan: waktu yang lebih singkat, backup yang lebih cepat daripada full backup, membutuhkan tempat sementara yang lebih kecil daripada yang dibutuhkan oleh full backup. Kekurangan: Waktu untuk restore sangat lama.
·         Differential backup
Sama dengan tipe incremental tapi archive bit tidak dihapus setelah backup dilakukan.
·         Mirroring (backup cermin)
sama dengan full backup, tetapi data tidak di-compress (dengan format .tar, .zip, atau jenis compressed file yang lain). Kelebihan : metode backup ini yang paling cepat bila dibandingkan dengan metode yang lain karena menyalin data dan folder ke media tanpa melakukan compressing. Kekurangan : menyebabkan media penyimpanannya harus cukup besar untuk datanya.
Pentingnya Melakukan Backup
·               Pemulihan Sederhana
Kita tahu bahwa manusia tidak sempurna. Orang-orang kerap kali membuat kesalahan, khususnya dengan semakin baiknya teknik-teknis scam kini yang lebih bersifat sosial. Email yang mengandung virus tidak sengaja dibuka setiap harinya dan file penting sering juga tak sengaja terhapus. Namun, Anda tak perlu jadi paranoid atau khawatir bila Anda telah melakukan backup sederhana ini. Anda bisa saja mengembalikan foto yang hilang untuk mengatasi virus yang menginfeksi komputer Anda. Atau Anda dapat memulihkan file dari waktu sebelum dihapus.
·               Fungsi Audit, Pajak, dan Pengarsipan
Kebanyakan bisnis atau perusahan diharuskan untuk menyimpan catatan bisnis dalam waktu yang lama, setiap tahunnya bahkan setiap bulan atau minggu. Ini dilakukan untuk keperluan pajak atau karena berbagai prosedur atau birokrasi yang ada. Anda mungkin hanya memerlukannya untuk melihat apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu, pengeluaran dan pemasukan apa yang terjadi. Sangat mudah untuk berasumsi bahwa komputer Anda telah aman hanya dengan menyalin data yang ada. Tapi memiliki satu salinan data finansial seperti itu umumnya menjadi kesalahan besar. Karena ini menunjukkan bahwa masalahnya hanya beres secara lokal. Anda perlu melakukan backup yang tersistemasi dan sangat aman (double standars) untuk menghindari pencurian data karena malware atau ancaman lainnya. Jangan sampai kantor pajak mempermasalahkan data finansial perusahaan Anda yang tiba-tiba hilang atau rusak.
·               Menjadi Bisnis yang Unggul
Bila bisnis atau perusahaan Anda memiliki time machine backup yang bagus, ini bisa jadi dalah satu keunggulan Anda dibanding usaha sejenis. Faktor backup ini bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan atau calon klien akan kredibilitas dan keamanan bisnis Anda. Tidak ada yang mau berurusan atau berinvestasi di perusahaan yang buruk keamanan atau kredibilitasnya, kan? Apalagi para pelanggan atau calon klien ini paham bahwa mereka akan memberikan banyak data sensitif pada Anda ketika berinteraksi atau bertransaksi dengan perusahaan.
·               Mengatasi Downtime yang Mematikan
Sebuah studi di University of Texas pada tahun 2007 menunjukkan bahwa 43% bisnis menderita main data loss yang tidak dapat dipulihkan kembali. Banyak dari perusahaan-perusahaan ini akhirnya menutup bisnis mereka untuk selamanya dalam dua tahun setelah mengalami main data loss. Jadi, Anda sangat perlu merencanakan dan melakukan backup demi nasib usaha atau bisnis Anda. Anda bisa menjadi salah satu bisnis yang masih sanggup bertahan jika Anda berpikir ke depan, melakukan antisipasi yang memang seharusnya dilakukan.
·               Tidak Melakukan Pekerjaan Dua Kali
Aturan pertama dalam melakukan pekerjaan adalah “lakukan dengan benar pada kali pertama.” Jika Anda mengalami kegagalan kecil dan tidak memiliki backup, Anda mungkin bisa memulihkan beberapa hal, tapi Anda tidak akan pernah tahu kapan terjadinya kehilangan data yang besar. Bagaimanapun juga, Anda sebagai pihak perusahaan pasti memiliki banyak pekerjaan yang berulang, apakah itu mengatur ulang sistem atau membuat spreadsheet yang Anda atau karyawan Anda kerjakan selama berbulan-bulan lamanya. Yang buruk adalah, jika Anda mengalami kehilangan data yang besar, Anda bisa saja harus mengulangi semua pekerjaan Anda yang sangat banyak itu.
Cara Membackup Data Anda
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membackup data Anda, berikut adalah cara-caranya!
Cara Membackup PC Windows Anda
Windows memiliki dua program backup yang berbeda: File History dan Windows Backup and Restore. File History secara otomatis menyimpan beberapa versi file yang diberikan, sehingga Anda dapat “kembali ke masa lalu” dan mengembalikan file sebelum diubah atau dihapus. Itu berguna untuk file yang sering berubah, seperti dokumen Word atau presentasi PowerPoint. Sementara itu, Backup dan Restore melakukan backup file Anda sesuai jadwal. Ini juga bisa menciptakan sebuah sistem, yang merupakan gambaran keseluruhan sistem operasi, program, dokumen, dan semua sistem Anda. Ini akan memudahkan pemulihan data jika terjadi sesuatu pada file dan data Anda.
Anda bisa menggunakan salah satu saja, tapi untuk strategi backup yang lebih komprehensif, gunakan keduanya. Backup ini akan menjadi pertahanan pertama Anda jika terjadi sesuatu pada komputer Anda, seperti kegagalan hard drive, infeksi malware, atau seseorang yang secara tidak sengaja menghapus sesuatu yang penting.
Memulihkan file Anda dari backup lokal akan jauh lebih cepat – dan, dengan sistem yang terbentuk dari proses backup, Anda bisa mengembalikan seluruh komputer Anda hampir persis seperti sebelum adanya kerusakan.
Anda memerlukan hard drive eksternal, NAS (network attached storage), atau komputer lain di jaringan lokal Anda untuk dijadikan lokasi backup Anda.
Gunakan File History untuk membackup file dan folder tertentu yang sering berubah.
Secara default, File History membackup semua folder di folder akun pengguna Anda (C: / Users / [nama akun]). Ini termasuk desktop, dokumen, hasil download, musik, gambar, dan beberapa folder lainnya. Ini juga akan membackup folder OneDrive Anda. Yang terpenting, Fire History memonitor folder ini untuk perubahan, dan secara otomatis membackup semua file yang telah ditambahkan atau dimodifikasi, mirip dengan Time Machine OS X.
Cara Mengatur dan Mengaktifkan File History
1.      Klik tombol Windows dan ketik File History. Menu akan menampilkan “File History Settings” secara otomatis; klik untuk membukanya
2.      Buka Backup dan klik “Add a drive.”
3.      Pilih lokasi drive atau jaringan yang ingin Anda gunakan untuk backup File History.
4.      Lalu klik “Opsi lainnya”. Di sini Anda bisa memulai backup,  mengubah jarak waktu backup, pilih berapa lama file backup disimpan, menambahkan atau mengeluarkan folder, atau mengalihkan File History ke drive yang berbeda.
5.      Klik tombol “Back up now” untuk memulai backup File History pertama Anda. Salah satu pilihan yang mungkin ingin Anda ubah di bagian settings, bergantung pada preferensi Anda adalah berapa lama backup File History disimpan.
Secara default settingnya adalah “Forever,” yang berarti File History akan terus membuat dan menyimpan backup sampai drive Anda penuh. Pada saat itu, Anda harus menggunakan drive yang berbeda atau memulai pembersihan secara manual dari Control Panel (di bawah System and Security > File History > Advanced Settings) untuk memberi space.
Jika Anda memilih “Until space is needed”, File History akan secara otomatis menghapus versi file yang paling lama yang dibackup saat drive Anda membutuhkan lebih banyak space.
Jika Anda beralih ke salah satu jangka waktu lainnya, seperti 1 bulan atau 2 tahun, File History akan menghapus versi yang paling tua saat file mencapai pengaturan waktu itu.
Setelah ini File History akan bekerja dengan tenang di belakang layar.
Cara Mengatur dan Mengaktifkan Backup and Restore
Buka Backup and Restore. Fitur ini ada di Control Panel di Settings Windows, tapi, Anda juga bisa mengklik tombol Windows dan kemudian mengetikkan “Backup and Restore” untuk menemukannya.
Klik “Set up backup”
Pilih drive backup Anda. Atau, alternatifnya, klik tombol “Save on a network” untuk memilih pembagian jaringan.
Selanjutnya, pilih apakah Anda ingin Windows memilih apa yang harus dibackup atau jika Anda ingin memilih folder itu sendiri. Jika Anda membiarkan Windows memilih, Windows akan menyimpan file yang ada di desktop Anda, folder pengguna Anda, dan perpustakaan Anda serta membuat system image.
Solusi termudah adalah membiarkan Windows memilih. Namun, jika Anda khawatir dengan space atau ingin memilih folder mana yang disertakan, pilih “Let Me Choose.” Kemudian Anda dapat membatalkan pilihan Libraries, yang sudah akan dibackup dengan File History, dan hanya membiarkan system images untuk dibuat di drive.
Klik tombol “Save settings and run backup” untuk menjalankan backup pertama Anda.
Bagian terbaik? Setelah backup pertama Anda, ini akan dilakukan secara otomatis sesuai jadwal. Secara default, backup akan dilakukan setiap hari Minggu jam 7 malam.
Cara Membackup Mac Anda dengan Time Machine
Bagi Anda yang memiliki Mac, Mac OS X (10,5 ke atas) memiliki built-in backup yang sangat baik yang disebut Time Machine. Setelah Anda memasang hard drive dan mengatur Time Machine, mesin akan bekerja secara otomatis di belakang layar, terus menyimpan salinan semua file, aplikasi, dan file sistem Anda (misalnya, hampir semua hal kecuali barang yang mungkin tidak Anda butuhkan back up, seperti file di tempat sampah, file cache, dan file log). Jika Anda kehabisan space  disk, Time Machine akan secara otomatis menghapus versi file yang paling lama untuk membuat space  bagi yang baru.
Jika Anda menggunakan time machine, ini adalah sebuah proses yang sangat mudah karena Anda hanya perlu melakukan konfigurasi satu kali di awal. Berikut langkah-langkahnya:
1.Sambungkan hard drive eksternal ke Mac Anda
Hal yang pertama Anda perlukan adalah sebuah drive yang berukuran minimal sama dengan drive internal Mac Anda. Dengan alat penyimpanan yang cukup murah saat ini, coba gunakan drive yang memiliki ukuran dua sampai empat kali lipat dari ukuran yang sedang Anda backup.
Colokkan hard drive eksternal Anda (melalui USB, FireWire, atau Thunderbolt, tergantung pada drive Anda). Anda juga dapat menggunakan Time Machine dengan hard drive eksternal yang terhubung ke router Airport Extreme, dengan perangkat jaringan AirPort Time Capsule, atau dengan drive jaringan lainnya.
Time Machine secara default akan menggunakan semua space  yang tersedia di drive. Jika Anda juga ingin menggunakan beberapa space  hard drive untuk menyimpan file lain, Anda harus membagi drive menjadi dua volume: satu untuk backup Time Machine dan satu lagi untuk file Anda yang lain. Anda bisa melakukannya dengan Disk Utility OS X yang terdapat di Applications > Utilities.
2.Aktifkan Time Machine dan pilih tujuan backup
Setelah hard drive eksternal Anda terhubung, klik System Preferences > Time Machine dan ubah switch dari “off” ke “on”.
Kemudian klik tombol Select Disk untuk memilih drive atau volume yang Anda ingin gunakan untuk Time Machine. Time Machine kemudian akan menanyakan apakah Anda ingin menggunakan disk sebagai destinasi backup dan akan memberi Anda opsi untuk mengenkripsi backups dengan password.
Drive perlu untuk diformat sebagai Mac OS X Extended (Journaled); jika tidak, Time Machine akan meminta Anda untuk mereformat drive Anda dan ini akan menghapus data yang ada di dalamnya.
Jika Time Machine tidak meminta Anda memilih backup disk saat Anda menghubungkan drive ke Mac Anda:
·         Buka Time Machine preferences dari menu Time Machine pada menu bar. Atau pilih menu Apple () > System Preferences, lalu klik Time Machine.
·         Klik Select Backup Disk, Select Disk, atau Add or Remove Backup Disk.
·         Pilih disk cadangan dari daftar, lalu klik Use Disk.
·         Untuk keamanan dan keamanan backup, Anda dapat mengulangi langkah-langkah ini untuk menambahkan disk backup lainnya. Misalnya, Anda bisa menggunakan satu disk backup saat berada di rumah, dan disk backup lainnya saat bekerja.
3.Time Machine kemudian akan membackup data Anda
Setelah Anda mengkonfigurasinya, Time Machine secara otomatis membuat backup per jam selama 24 jam terakhir, backup harian selama sebulan terakhir, dan backup mingguan untuk semua bulan sebelumnya. Backup tertua akan dihapus saat backup disk Anda penuh.
·         Untuk melakukan backup sekarang, bukan menunggu backup otomatis berikutnya, pilih menu Back Up Now dari menu Time Machine.
·         Untuk menghentikan backup otomatis, buka preferensi Time Machine, maka hapuslah secara otomatis Back Up Automatically (Untuk Mac OS Sierra atau yang lebih baru) atau matikan Time Machine (OS X El Capitan atau yang sebelumnya). Anda masih dapat membackup secara manual dengan memilih Back Up Now dari menu Time Machine.
·         Untuk membatalkan backup yang sedang berlangsung, pilih Skip This Backup (atau Stop Backing Up) dari menu Time Machine.
·         Untuk memeriksa status, gunakan menu Time Machine. Anda akan diberitahu kapan Time Machine dibackup (backing up in progress, idle untuk the next automatic backup idle, or unable to complete the backup)
·         Untuk mengecualikan item dari backup Anda, buka preferensi Time Machine dari menu Time machine, klik Options, lalu klik tanda plus dan pilih item yang akan dikecualikan.
Backup pertama Anda mungkin memakan waktu lama, tergantung berapa banyak file yang Anda miliki. Anda dapat terus menggunakan Mac Anda walaupun backup sedang berlangsung. Beberapa komputer Mac melakukan backup bahkan saat tertidur. Time Machine hanya membackup file-file yang berubah sejak backup sebelumnya, jadi proses backup nantinya akan menjadi lebih cepat.
Server Backup
Tujuan dari backup server adalah untuk menyimpan data tanpa error atau korupsi dengan cara yang meminimalkan space  penyimpanan. Selain itu, orang-orang juga sering melakukan backup untuk mengurangi dampak pada sumber daya komputasi dan penggunaan bandwidth, sekaligus membuat proses pemulihan (recovery process) secepat dan semudah mungkin.
Meskipun sistem individu mungkin memiliki beberapa fitur tambahan, semua metode backup memiliki banyak kesamaan komponen. Bagian berikut menjelaskan empat metode backup server paling umum yang digunakan saat ini, dan menyoroti pro dan kontra yang terkait dengan setiap metode.
Full Backups
Saat seseorang melakukan full backups, maka copy atau salinan dari semua data akan dibackup secara otomatis sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.Data-data ini biasa dikompres dengan tujuan untuk menghemat space  tetapi kemungkinan besar full backups akan tetap membutuhkan banyak space  meski sudah dikompres. Tidak hanya itu, full backups juga dapat menyebabkan akses yang berat ke backup disk, yang akan mempengaruhi umur disk tersebut dan mengkonsumsi jaringan bandwidth.
Keuntungan dari full backup adalah kemudahan restorasi. Mengembalikan file hanya membutuhkan nama file, lokasi, dan tanggal untuk mengembalikan data. Restorasi relatif mudah selama file backup dari tanggal atau waktu tersebut tersedia.
Meskipun backup penuh pasti komprehensif, namun mungkin memiliki beban yang lebih. Penting untuk dipertimbangkan bahwa hanya sebagian kecil dari file berubah dari satu backup ke backup lainnya. Akibatnya, melakukan backup penuh akan menghasilkan beberapa salinan identik dari file dan mengkonsumsi space  penyimpanan pada media backup.
Incremental Backups
Incremental backups atau backup tambahan menghemat space dengan membackup hanya file yang telah dibuat atau diubah sejak backup terakhir. Keuntungan dari incremental backup adalah volume data yang didukung pada setiap iterasi jauh lebih kecil, yang tentu saja menghemat space  pada media backup dan menggunakan bandwidth jaringan yang lebih sedikit.
Namun, incremental backup meningkatkan overhead (kombinasi waktu atau  komputasi berlebih, memori, bandwidth, atau sumber daya lain yang diperlukan untuk melakukan tugas tertentu) karena setiap source file harus dibandingkan dahulu dengan full backup terakhir dan juga iterasi inkremental untuk menentukan apakah data tersebut baru atau berubah.
Selain itu, mencari file tertentu untuk dipulihkan akan menjadi lebih kompleks karena mungkin memerlukan pencarian beberapa iterasi. Untuk benar-benar memulihkan semua file memerlukan penggabungan semua iterasi sambil memastikan bahwa Anda hanya menyimpan versi terbaru dari setiap file.
Kebanyakan strategi backup perusahaan adalah kombinasi dari full backups dan incremental backups. Biasanya, mereka melakukan full backup seminggu sekali di akhir minggu saat orang-orang di kantor tidak menggunakan jaringan dan computing resource. Lalu mereka menjadwalkan incremental backups di hari kerja. Membackup files dengan kombinasi ini memudahkan restorasi karena tidak perlu mencari dan menggabungkan seluruh iterasi dari lebih dari satu minggu terakhir.
Beberapa strategi membatasi dampak pada penyimpanan backup disk dengan menyalin backup lengkap dari disk ke kaset, yang kemudian disimpan di tempat lain.
Meski pendekatan ini lebih aman daripada menyimpan sistem file dan media backup di lokasi yang sama, kerja manual untuk mengubah kaset, memberi label dan mengangkutnya cukup menyita waktu.
Selain itu, ini menciptakan perbedaan antara backup yang selesai yang tersimpan di luar lokasi dan keadaan sistem file live saat ini. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perubahan data yang terjadi sejak menyalin salinan lengkap terakhir ke simpanan backup Anda mungkin saja akan hilang
Differential Backups
Differential backup mirip dengan incremental backup hanya saja setiap operasi backup menyimpan file baru dan yang telah diperbarui sejak full backup terakhir. Misalnya, jika full backup dilakukan pada hari Minggu dan sebuah file berubah pada hari Senin, file tersebut akan menjadi bagian dari setiap differential backup sampai full backup berikutnya dijalankan.
Menggunakan differential backups menyederhanakan pemulihan karena hanya full backup terakhir dan differential backup terakhir diperlukan untuk menciptakan restorasi yang lengkap. Seperti incremental backup, differential backup perlu membandingkan file yang ada sekarang dan yang file yang sudah dibackup untuk mengidentifikasi perubahan. Namun, differential backups memerlukan lebih banyak space dan bandwidth jaringan dibandingkan dengan incremental backups.
Virtual Backups
Virtual full backup menggunakan database untuk melacak dan mengelola data yang sudah dibackup untuk membantu menghindari beberapa kekurangan metode backup lainnya. Salinan lengkap atau replika hanya diambil satu kali dan tidak perlu diambil lagi selama media penyimpanan karena biasanya lokasi penyimpanan yang terpasang pada jaringan tetap tidak berubah. Full virtual backups secara berkala mensinkronisasi data backup ke database.
Virtual full backup umumnya dilakukan secara otomatis oleh software backup. Langkah-langkahnya juga mungkin sama seperti full backup. Mengembalikan satu file atau keseluruhan disk biasanya tergantung pada pemilihan metode recovery yang disukai dan kemudian file akan pulih.