Senin, 28 Oktober 2019

2.2 Gaming dalam Penerapan Inovasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi serta Contohnya


Permainan video adalah permainan yang menggunakan interaksi dengan antarmuka pengguna melalui gambar yang dihasilkan oleh peranti video. Permainan video umumnya menyediakan sistem penghargaan – misalnya skor – yang dihitung berdasarkan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada di dalam permainan.

Kata "video" pada "permainan video" pada awalnya merujuk pada peranti tampilan raster.[1] Namun dengan semakin dipakainya istilah "video game", kini kata permainan video dapat digunakan untuk menyebut permainan pada peranti tampilan apapun. Sistem elektronik yang digunakan untuk menjalankan permainan video disebut platform, contohnya adalah komputer pribadi dan konsol permainan.
Gambar 1. Berbagai macam konsol game

Sekitar 17 tahun yang lalu, perkembangan industry game di Indonesia dimulai dengan munculnya game konsol seperti Nintendo dan Playstation, Zaman itu pelaku industri game di Indonesia kebanyakan hanya sebagai distributor.

Setelah era game konsol, masuklah era game online, sekitar tahun 2000an. Di sini juga mulai bermunculan namanya publisher, yakni perusahaan atau individu yang memiliki hak ekslusif untuk menerbitkan atau memasarkan setiap judul game Salah satu game online yang cukup menyita perhatian pecinta game adalah Ragnarok Online. Developer alias pembuat game ini adalah Gravity Corporation, perusahaan game yang bermarkas di Korea Selatan, tetapi publishernya adalah PT Lyto Datarindo Fortuna (Indonesia).

Jika kita lihat, teknologi dalam perkembangan game sampai generasi sekarang semakin berkembang, banyak muncul game dengan kualitas tinggi. Dalam pembuatan game dibutuhkan programmer, designer, music composer, dll. Progammer sendiri bertugas untuk membuat logic dalam game, aspek grafis, kecerdasan buatan dalam game, membuat efek-efek seperti tumbukan, juga membuat game tools. Sedangkan designer bertugas untuk membuat konsep art dari game, membuat 2D dan 3D model, serta animasi / karakter dari game. Progammer bekerja dengan banyak penalaran (left brain) dan designer dengan feeling (right brain). Sedangkan untuk music composer bertugas untuk mengatur berbagai hal berkaitan dengan suara dalam game.

Beberapa teknologi pendukung pembuatan game yaitu game engine. Dimana untuk menjalankannya diperlukan sebuah entry point. Seperti pada C, entry point berupa fungsi main (). Biasanya program utama ini relatif pendek, jadi game engine merupakan mesin penggerak jalannya suatu program game. Ada banyak game engine yang dirancang untuk bekerja pada konsol ataupun operasi desktop seperti Windows. Dalam game engine terdapat fungsi-fungsi yaitu Rendering Engine, Physical Engine, Sound Script, Animation, Artificial Intelligence, Network, Streaming, Memory Management, dan Scene Graph. Elemen pada Game Engine seperti:
  • Tools untuk penulisan data seperti 3D model editor, level editor ataupun graphic design.
  • System untuk melakukan komunikasi dengan hardware dari game tersebut. Dalam system dilakukan inisialisasi, update, dan pengnonaktifkan sub system.
  • Konsol mempermudah untuk mengubah setting game atau setting game engine tanpa perlu melakukan restart pada game.
  • Support yang berisi berbagai rumus matematika seperti vector, matrix, memory manager, yang merupakan dasar dari game engine.
  • Game Interface merupakan perantara antara game engine dan game itu sendiri, sehingga memudahkan jika ingin dilakukan perubahan
  • Engine core yang berisi Visibility, Collision Detection dan Response, Camera, Static Geometry, Dynamic Geometry, Particle Systems, Billboarding, Meshes, Skybox, Lighting, Fogging, Vertex Shading, dan

Selain itu pendukung lainnya adalah game development tools yang merupakan software untuk membantu dan memfasilitasi pembuatan video game. Dengan ini, dapat membantu konversi pembuatan game seperti 3D model yang diperlukan untuk video game. Beberapa contoh game development tools yaitu RAD Game Tools, Java Game Development Tools, dan Garage. Ada juga Graphic Design Accelerometer yang berfungsi untuk mengukur ketepatan akselerasi grafis dalam game. Tentu mungkin masih banyak teknologi lain yang digunakan dalam pembuatan game. Dengan teknologi yang canggih tersebut terbentuk game yang baik pula, karena itu sebagai pengguna kita harus selalu dapat bertindak bijak dalam menggunakan game.

Teknologi gaming semakin berkembang. Contohnya Playstation Eye yang mendeteksi gerakan pemain, sama halnya seperti kinect. Lalu ada juga motion gesture, seperti Nintendo Wii, dan yang terakhir teknologi gaming yang terbaru itu ada virtual reality. Virtual reality diharapkan kedepannya bisa membawa pemain merasakan masuk kedalam game.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar