Permainan video
adalah permainan yang menggunakan interaksi dengan antarmuka pengguna melalui
gambar yang dihasilkan oleh peranti video. Permainan video umumnya menyediakan
sistem penghargaan – misalnya skor – yang dihitung berdasarkan tingkat
keberhasilan yang dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada di dalam
permainan.
Kata
"video" pada "permainan video" pada awalnya merujuk pada
peranti tampilan raster.[1] Namun dengan semakin dipakainya istilah "video
game", kini kata permainan video dapat digunakan untuk menyebut permainan
pada peranti tampilan apapun. Sistem elektronik yang digunakan untuk
menjalankan permainan video disebut platform, contohnya adalah komputer pribadi
dan konsol permainan.
Gambar
1. Berbagai macam konsol game
Sekitar 17 tahun
yang lalu, perkembangan industry game di Indonesia dimulai dengan munculnya game
konsol seperti Nintendo dan Playstation, Zaman itu pelaku industri game di
Indonesia kebanyakan hanya sebagai distributor.
Setelah era game
konsol, masuklah era game online, sekitar tahun 2000an. Di sini juga mulai
bermunculan namanya publisher, yakni perusahaan atau individu yang memiliki hak
ekslusif untuk menerbitkan atau memasarkan setiap judul game Salah satu game
online yang cukup menyita perhatian pecinta game adalah Ragnarok Online.
Developer alias pembuat game ini adalah Gravity Corporation, perusahaan game
yang bermarkas di Korea Selatan, tetapi publishernya adalah PT Lyto Datarindo
Fortuna (Indonesia).
Jika kita lihat,
teknologi dalam perkembangan game sampai generasi sekarang semakin berkembang,
banyak muncul game dengan kualitas tinggi. Dalam pembuatan game dibutuhkan
programmer, designer, music composer, dll. Progammer sendiri bertugas untuk
membuat logic dalam game, aspek grafis, kecerdasan buatan dalam game, membuat efek-efek
seperti tumbukan, juga membuat game tools. Sedangkan designer bertugas untuk
membuat konsep art dari game, membuat 2D dan 3D model, serta animasi / karakter
dari game. Progammer bekerja dengan banyak penalaran (left brain) dan designer
dengan feeling (right brain). Sedangkan untuk music composer bertugas untuk
mengatur berbagai hal berkaitan dengan suara dalam game.
Beberapa
teknologi pendukung pembuatan game yaitu game engine. Dimana untuk
menjalankannya diperlukan sebuah entry point. Seperti pada C, entry point
berupa fungsi main (). Biasanya program utama ini relatif pendek, jadi game
engine merupakan mesin penggerak jalannya suatu program game. Ada banyak game
engine yang dirancang untuk bekerja pada konsol ataupun operasi desktop seperti
Windows. Dalam game engine terdapat fungsi-fungsi yaitu Rendering Engine,
Physical Engine, Sound Script, Animation, Artificial Intelligence, Network,
Streaming, Memory Management, dan Scene Graph. Elemen pada Game Engine seperti:
- Tools untuk penulisan data seperti 3D model editor, level editor ataupun graphic design.
- System untuk melakukan komunikasi dengan hardware dari game tersebut. Dalam system dilakukan inisialisasi, update, dan pengnonaktifkan sub system.
- Konsol mempermudah untuk mengubah setting game atau setting game engine tanpa perlu melakukan restart pada game.
- Support yang berisi berbagai rumus matematika seperti vector, matrix, memory manager, yang merupakan dasar dari game engine.
- Game Interface merupakan perantara antara game engine dan game itu sendiri, sehingga memudahkan jika ingin dilakukan perubahan
- Engine core yang berisi Visibility, Collision Detection dan Response, Camera, Static Geometry, Dynamic Geometry, Particle Systems, Billboarding, Meshes, Skybox, Lighting, Fogging, Vertex Shading, dan
Selain itu
pendukung lainnya adalah game development tools yang merupakan software untuk
membantu dan memfasilitasi pembuatan video game. Dengan ini, dapat membantu
konversi pembuatan game seperti 3D model yang diperlukan untuk video game.
Beberapa contoh game development tools yaitu RAD Game Tools, Java Game
Development Tools, dan Garage. Ada juga Graphic Design Accelerometer yang
berfungsi untuk mengukur ketepatan akselerasi grafis dalam game. Tentu mungkin
masih banyak teknologi lain yang digunakan dalam pembuatan game. Dengan
teknologi yang canggih tersebut terbentuk game yang baik pula, karena itu
sebagai pengguna kita harus selalu dapat bertindak bijak dalam menggunakan
game.
Teknologi gaming
semakin berkembang. Contohnya Playstation Eye yang mendeteksi gerakan pemain,
sama halnya seperti kinect. Lalu ada juga motion gesture, seperti Nintendo Wii,
dan yang terakhir teknologi gaming yang terbaru itu ada virtual reality.
Virtual reality diharapkan kedepannya bisa membawa pemain merasakan masuk
kedalam game.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar